Rabu, 07 Desember 2011

SISTEM PENGUKURAN KINERJA ASP


9.2. SISTEM PEKNGUKURAN KINERJA

            9.2.1. Pengertian Pengukuran Kinerja
Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program /kebijaksanaan dalam memujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Daftar apa yang ingin dicapai tertuang dalam perumusan penskemaan strategis (strategic planning) suatu organisasi. Jadi, kinerja merupakan prestasi yang dicapai oleh organisasi dalam periode tertentu.
Seluruh aktivitas organisasi harus dapat diukur dan pengukuran ini tidak hanya dilakukan pada input (masukan) program, tetapi juga pada keluaran manfaat dari program tersebut.

Pengukuran kinerja menurut Larry D. Stout :
“Pengukuran kinerja adalah proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi (misi accomplishment) melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produ, jasa, atau suatu proses”.

Pengukuran kinerja menurut James B. Whittaker :
“Pengukuran kinerja adalah suatu alat manajemen untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas”.

Penerapan skema indicator kinerja membutuhkan artikulasi misi, tujuan, sasaran dah hasil program yang dapat diukur dan jelas manfaatnya. Tujuan dan sasaran yang ditetapkan akan berhubungan dengan hasil atau outcome dari setiap program yang dilaksanakan.

            9.2.2. Tujuan atau Manfaat pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja merupakan manajemen pencapaian kinerja. Dengan catatan pencapaian indicator kinerja, organisasi diharapkan dapat mengetahui prestasinya secara objektif dalam suatu periode waktu tertentu. Kegiatan dan program organisasi seharusnya dapat diukur dan dievaluasi. Ini berarti bahwa pengukuran kinerja merupakan alat manajemen untuk :
1.      Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan pencapaian kinerja.
2.      Memastikan tercapainya skema kinerja yang disepakati
3.      Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya dengan skema kerja serta melalukan tindakan untuk memperbaiki kinerja.
4.      Memberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas kinerja yang dicapai setelah dibandingkan dengan skema indicator kinerja yang telah disepakati.
5.      Menjadikan alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi.
6.      Mengindentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi.
7.      Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah.
8.      Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif.
9.      Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan.
10.  Mengungkap permasalahan yang terjadi.

9.2.3. Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran Kinerja
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ukuran kinerja instansi yang sesuai dengan prinsip skema indikator kinerja dapat dilihat tabel berikut :
            Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran kinerja
Evaluasi kembali Ukuran yang ada
Informasi kinerja tetap dibutuhkan oleh manajemen.Apabila skema indicator kinerja sudah tidak berfungsi, maka imanajemen akan mengembangkan ekema baru. Tidak berfungsinya skema dapat disebabkan ketidakcocokan logika ilmu dengan interprestasi riilnya. Sehingga keseuaian ilmu pengetahuan dengan indicator kinerja akan menghasilkan interprestasi penerapan skema indicator kinerja yang lebih tajam dan riil.
Mengukur kegiatan yang penting, tidak hanya riil.
Kinerja selalu berorientasikan hasil. Ukuran hasil sering diformulasikan dalam rasio keuangan. Pencapaian hasil akan menunjukkan adanya permasalahan. Hasil tersebut tidak dapat menunjukkan diagnose hasil.
Pengukuran harus mendorong tim kerja yang akan mencapai tujuan. (Goal-driven Team-Work)
Pembagian proses pengukuran menciptakan lingkungan tim kerja yang aktivitasnya diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi, dan hal ini adalah baik. Suatu organisasi yang modern terlalu kompleks untuk ditangani secara menyeluruh oleh seseorang atau suatu departemen. Jadi, sebuah tim harus bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengukuran harus merupakan perangkat yang teringrasi, seimbang dalam penerapannya.
Agar efektif, sistem pengukuran harus diciptakan sebagai perangkat terintegrasi yang diperoleh dari strategi perusahaan. Sebagian besar perusahaan berusaha meminimalkan biaya, meingkatkan kualitas, mengurangi waktu pelaksanaan produksi, dan menciptakan pengembalian investasi yang wajar.
Pengukuran harus memiliki focus eksternal jika memungkinkan
Ukuran internal yang umum dipakai di sebagian besar organisasi adalah perbandingan kinerja dari tahun ke tahun. Suatu perbandingan tertentu dapat dilakukan ke tingkatan mikor :divisi, departemen, kelompok bahkan individu.
9.2.4. Aspek yang Diukur
            Setiap organisasi biasanya tertarik pada pengukuran kinerja dalam aspek berikut :
1.      Aspek Finansial
                        Aspek financial meliputi anggaran atau cash flow. Aspek ini penting sehingga                                kondisi keuangan dapat dianalogikan sebagai aliran darah tubuh manusia.
2.      Kepuasan Pelanggan
Manajemen perlu memperoleh informasi yang relevan mengenai tingkat kepuasan pelanggan karena pelanggan sangat krusial dalam penentuan strategi perusahaan.
3.      Operasi dan Bisnis Internal
Operasi bisnis internal diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis dan untuk melakukan perbaikan terus menerus atas efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan.
4.      Kepuasan Pegawai
Peran strategis pegawai sungguh sangat nyata. Karena apabila pegawai tidak dikelola dengan baik, maka kehancuran perusahaan sulit untuk dihindari.
5.      Kepuasan Komunitas dan Shareholders/Stakeholders
Pengukuran kinerja perlu didesain untuk mengakomodasikan kepuasan dari para stakeholders.
6.      Waktu
Ukuran waktu merupakan variable yang perlu diperhatikan dalam desain pengukuran kinerja, sehingga informasi yang dibutuhkan diharapkan relevan dan up to date.

Agar pengukuran kinerja dapat dilaksanakan dengan baik,maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Membuat suatu komitmen untuk mengukur kinerja dan memulainya dengan segera
2.      Perlakuan pengukuran kinerja sebagai suatu proses yang berkelanjutan (on-going process)
3.      Sesuaikan organisasi pengukuran kinerja dengan organisasi.

9.2.5. Skala Pengukuran
Skala pengukuran merupakan seperangkat ukuran yang seimbang yang dapat menceritakan secara lengkap apa yang terjadi dalam organisasi. Seperangkat ukuran yang seimbang itu termasuk pengukuran kinerja lintas sektoral seperti keuangan, nonkeuangan: Biaya, nonbiaya: intetnal, eksternal: proses.
Skala pengukuran dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu :
1.      Skala nominal
Skala nominal merupakan skala pengukuran yang paling rendah tingkatnya karena dengan skala ini objek pengukuran hanya dapat dikelompokkan berdasarkan cirri-ciri yang sama, yang berbeda dengan kelompok lain.
2.      Skala Ordinal
Skala ini lebih tinggi atau lebih baik daripada skala nominal karena selain mempnyai ciri-ciri yang sama dengan skala nominal, yaitu dapat menggolongkan objek dalam golongan-golongan yang berbeda, skala ordinal juga mempunyai kelebihan dari skala nominal, yaitu bahwa golongan-golongan atau klasifikasi dalam skala ordinal dapat dibedakan tingkatnya.
3.      Skala Interval
Skala ini memiliki cirri-ciri yang sama dengan skala ordinak, yaitu dapat membedakan objek ke dalam golongan-golongan yang berjenjang, juga memiliki kelebihan seperti mempunyai unit pengukuran yang sama sehingga jarak antara satu titik dengan titik yang lain, atau antara satu golongan dengan golongan lain, dapat diketahui.
4.      Skala Rasio
Skala rasio merupakan skala yang tertinggi tingkatnya, karena selain mempunyai kesamaan dengan skala interval, juga mempunyai semua cirri yang dimiliki oleh semua skala dibawahnya. Contohnya adalah rasio profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas.

            9.2.6. Teknologi Pengukuran Kinerja
            Teknologi Balanced Scored Card (BSC)
            Terdapat empat perspekstif yang dinilai dalam Balanced Score Card, yaitu :
           
Perspektif Keuangan (Finansial)
Memberikan penilaian terhadap target keuangan yang dicapai oleh organisasi dalam mewujudkan visinya.
Perspektif Konsumen (Customer)
Memberikan penilaian terhadap segmen pasar yang dituju dan tuntutan customer beserta tuntutan kebutuhan yang dilayani oleh organisasi dalam upaya untuk mencapai target keuangan tertentu.
Perspektif proses Bisnis/Intern (Internal)
Memberikan penilaian gambaran proses yang harus dibangun untuk melayani customer dan untuk mencapai target keuangan tertentu.
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Growth and Learn)
Memberikan penilaian yang merupakan pemacu untuk membangun kompetisi personel, prasarana sistem informasi, dan suasana lingkungan kerja yang diperlukan untuk mewujudkan target keuangan, customer, dan proses bisnis internal.

          


Penilaian Kinerja dengan Balanced Scored Card

                                 

Penilaian dengan 3E (Ekonomi, Efisien, Efektivitas)
Tolak ukur dalam anggaran belanja suatu organisasi, baik organisasi yang berorientasi laba (swasta) maupun organisasi nonprofit (sektor public) adalah value for money yang meliputi efisien, efektivitas dan ekonomis.
            untuk lebih jelasnya efisien, efektivitas dan ekonomis dapat diuraikan sebagai berikut :
v  Efisien adalah hubungan antara input dan output di mana barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi digunakan untuk mencapai output tertentu.
v  Efektivitas adalah hubungan antara ouput dan tujuan, dimana efektivitas diukur berdasarkan seberapa jauh tingkat output, kebijakan, dan prosedur organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
v  Ekonomis adalah hubungan antara pasar dan input di mana barang dan jasa dibeli pada kualitas yang diinginkan dan pada harga terbaik yang dimungkinkan.

Efisien yang merupakan salah satu bagian dari indikator kinerja value for money, dapat diukur dengan rasio antara output dan input. Semakin besar rasio maka semakin efisien suatu organisasi.
Dan ada 4 cara untuk memperbaiki rasio dalam indikator kinerja value for money, yaitu :
1.      Meningkatkan output pada input yang sama
2.      Proporsi peningkatan output lebih besar dari proportsi peningkatan mutu
3.      Menurunkan input pada output yang sama
4.      Proporsi penurunan penggunaan input  lebih besar dari proporsi penurunan output

Efektivitas adalah keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas hanya berbicara masalah output saja. Apabila organisasi telah berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi tersebut berjalan dengan efektif.

Ekonomis hanya menekankan pada input. Apabila biaya dari suatu pembangunan lebih rendah dari aktualnya, maka kondisi tersebut dikatakan ekonomis.


9.2.7. Siklus Pengukuran Kinerja

Siklus Pengukuran Kinerja

Perencanaan Strategi
Siklus pengukuran kinerja dimulai dengan proses penskemaan strategic, yang berkenaan dengan penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran, kebijakan, program operasional dan kegiatan/aktivitas.
Penciptaan Indikator Kinerja
Disini, instansi pemerintah mulai menyusun dan menetapkan ukuran/indikator kinerja. Ada beberapa aktivitas dari beberapa jenis program yang dilaksanakan dalam proses ini untuk menghasilkan indikator kinerja yang mudah dan sederhana, dimana indikator kinerja berupa input, process, ouput, outcomes, benefit atau impacts. Indikator/ukuran yang mudah adalah untuk aktivitas yang dapat dihitung, misalnya, jumlah klaim yang diproses
Mengembangkan Sistem Pengukuran Kinerja
Ada 3 kegiatan dalam tahap ini, yaitu :
1. Meyakinkan keberdaan data yang diperlukan.
2. Mengukur kinerja dengan data tersedia dan data terkumpul
3.data yang terhimpun harus dipresentasikan dengan  baik.
Penyempurnaan Ukuran
Pemikiran kembali atas indikator hasil (outcomes) dan indikator dampak (impacts) menjadi lebih penting dibandingkan pemikiran kembali atas indikator masukan (inputs) dan keluaran (outputs)
Pengintegrasian dengan proses Manajemen
Menggunakan ukuran kinerja tersedia secara efektif. Penggunaan data organisasi dapat dijadikan alat untuk memotivasi tindakan dalam organisasi.

PENGUKURAN KINERJA ASP


PENGUKURAN KINERJA

Setelah suatu sistem pengelolaan keuangan terbentuk, perlu disiapkan suatu alat untuk mengukur kinerja dan mengendalikan pemerintahan agar tidak terjadi KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), tidak adanya kepastian hukum dan stabilitas politik, dan ketidakjelasan arah dan kebijakan pembangunan

9.1. INDIKATOR KINERJA

9.1.1. Pengertian Indikator Kinerja
Indicator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator  masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts)
1.      Indikator masukan  adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indicator ini dapat berupa dana, sumber daya manusia, informasi, kebijaksanaan/peraturan perundang –undangan dan sebagainya.
2.      Indikator keluaran adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik.
3.      Indicator hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).
4.      Indikator manfaat adalah suatu yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.
5.      Indikator dampak adalah pengaruh yang ditimbulkan baik positif maupun negative terhadap setiap tingkatan indicator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan.

9.1.2. Syarat – syarat Indikator Kinerja
Sebelum menyusun dan menetapkan indicator kinerja, syarat – syarat yang harus di penuhi oleh suatu indikator kinerja perlu diketahui, sebagai berikut :
1.      Spesipik, jelas, dan tidak ada kesalahan kemungkinan interpretasi.
2.      Dapat diukur secara objektif baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, yaitu dua atau lebih yang mengukur indicator kinerja mempunyai kesimpulan yang sama.
3.      Relevan; indikator kinerja harus menangani aspek objektif  yang relevan.
4.      Dapat dicapai, penting, dan harus berguna untuk menunjukan keberhasilan masukan, proses keluaran, hasil, manfaat, serta dampak.
5.      Harus cukup fleksible dan sensitif terhadap perubahan/ penyesuaian pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan.
6.      Efektif; data/informasi yang berkaitan dengan indikator kinerja bersangkutan dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis dengan biaya yang tersedia.



Mengingat bidang kehidupan atau sektor pembangunan sangat beragam, indicator kinerja dan cara penerapanya untuk bidang fisik ( misalnya, pembangunan, prasarana, dan sarana fisik ) maupun bidang nonfisik ( misalnya penyuluhan dan perubahan sikap masyarakat ) tidak selalu sama. Berikut contoh indikator kinerja :
·         Tingkat ketepatan pelayanan.
·         Tingkat kecepatan pelayanan.
·         Tingkat kenyamanan.
·         Tingkat kemurahan.

Penentuan indicator – indicator tergantung pada kebijaksanaan/prpgram/kegiatannya.

9.1.3. Peran Dan Manfaat Indikator Kinerja

Peran Indikator Kinerja
Publikasi indikator kinerja melayani berbagai macam tujuan dasar, yang salah satunya adalah menjamin pertanggungjawaban oerganisasi sector public ( agen ). Stewart (1984) menyarankan pertanggungjawaban dapat dijaga dengan hanya dua kondisi :
1.      Agen harus memberikan perhitungan kinerja pelaku.
2.      Pelaku harus mampu menangani agen dalam perhitungannya.

Prinsip agensi telah dikembangkan dalam konteks sektor korporasi Baiman ( 1990 ) yang mengidentifikasi pelaku dan agen atau manajer saling terbuka. Pertanggungjawaban dalam sektor publik smakin lama semakin kompleks.

Pengguna atau calon pengguna pelayanan sector public harus dapat menangani administrasi laporan pelayanan. Dalam organisasi usaha, pelanggan dipasar yang kompetitif melakukan pengendalian langsung dan memberlakukan sanksi. Hal ini berlawanan denga praktik pelayanan public lokal yang monopoli. Pada  saat yang sama, banyak calon pengguna layanan atau kelompok yang berkepentingan lainnya tidak mempunyai pengalaman langsung terhadap kualitas pelayanan yang ditawarkan, seperti pelayanan soaial perorangan.

Pertanggungjawaban public merupakan pertimbangan utama bagi tiap kelompok yang ingin mengendalikan kinerja pelayanan publik. Kerangka pertanggungjawaban yang utama adalah pemikiranyang diperlukan dalam proses akutabilitas publik. Jika pola pertanggungjawaban gagal memenuhi criteria, maka manajer menjadi ragu untuk menggunakan sumber daya secara efisien.

Manfaat Indikator Kinerja
Manfaat skema indikator kinerja dapat dipertimbangkan menjadi enam macam:
1.      Kejelasan tujuan organisasi
2.      Mengembang persetujuan pengukuran aktivitas
3.      Keuntungan proses produksi harus di pahami lebih jelas
4.      Tersediannya perbandingan kinerja dari organisasi yang berbeda;
5.      Tersedianya fasilitas setting of target untuk penilaian organisasi dan individual manager sebagai bagian dari pertanggung jawaban organisasi kepada pemilik saham.

Pengukuran kinerja merupakan langkah awal dari proses pembandingan industry. Fenomena tang diukur harus menjadi model proses produksi. Pembandingan industri sering kali merupakan langkah pengujian model, dimana pengolahan input sector public akaan menghasilakan output yang mampu mempengaruhi lingkungannya.
Lima alas an mengapa variasi pengukuran kinerja bisa diamati didalam organisasi  Smith (1990)
1.      Organisasi bisa mengikuti tujuan yang berbeda;
2.      Organisasi bisa mempunyai lingkungan yang berbeda;
3.      Organisasi bisa menghadapi sumber – sumber biaya yang berbeda;
4.      Organisasi bisa melaporkan kinerja yang berbeda;
5.      Organisasi bisa mempunyai level efisiensi yang berbeda.

Tujuan dari pemodelan kinerja ini adalah untuk menguraikan masalah melalui langkah pemodelan yang sangat krusial, dimana analisis kinerja ditetapkan melalui proses penilaian kinerja sektor publik. Dengan analisa cross sectional yang akan menghasilakan benchmark

Filosofi pengukuran kinerja diturunkan menjadi identifikasi tujuan pengukuran kemajuan, penilaian kinerja, serta pensettingan target dan keyakinan.

9.1.4. Penyusunan Indikator Kinerja
Langkah – langkah dalam Menyusun Indikator Kinerja

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk penyusunan dan penetapan indikator kinerja pemerintah, yaitu sebagai beikut :
1.      Susun dan tetapkan rencana strategis lebih dahulu meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, dan cara mencapai tujuan /sasaran (kebijaksanaan, program, dan kegiatan ).
2.      Identifikasi data / informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja. ( data yang relevan, lengkap, akurat ).
3.      Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.
Berikut contoh indikator yang ada di Departemen Kesehatan dan unit organisasi lainnya.
PROGRAM
PROYEK / KEGIATAN
INDIKATOR KINERJA
Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas
Perbaikan / Penggantian peralatan medis yang rusak di Puskesmas.
1.      Input dana
2.      Process
-          Ketaatan padaaturan hukum dalam proses pengadaan peralatan medis.
-          Rata – rata waktu yang diperlukan untuk pembelian dan penerimaan peralatan medis di Puskesmas
3.      Output
-          Jumlah peralatan medis
4.      Outcome
-          Baiknya kualitas pemeriksaan
5.      Benefit
-          Peningkatan kesembuhan pasien
6.      Impact
-          Penurunan jumlah orang sakit.


Biaya Indikator kinerja
Banyak organisasi sektor publik menerapkan filosofi pengukuran kinerja , tanpa pertimbanngan biaya yang di perlukan. Wujud dari filosofi Indikator kinerja itu adalah skema indikator kinerja . saat tim audit eksternal melakukan audit kinerja  maka aka nada biaya yang di pertanyakan  ( biaya langsung pembuatan skema akan menjadi verifikasi audit).
Ada 2 alasan kemungkinan disfungsi konsekuensi :
-          Sangat sulit mengimplementasikan prinsip indicator kinerja di organisasi/industry berbeda.
-          Pengendalian mempunyai kemampuan yang terbatas untuk memproses skema imdikator kinerja, sehingga strategi penerapan indikator kinerja justru menyesatkan..

Menurut Smith ( 1993 ) ada 8 bagian pemeriksaan konsekuensi dalam penilaian kinerja.
-          Tunnel vision, perbedaan aspek yang tidak lengkap dalam skema penilaian kinerja.
-          Suboptimisasion, keterbatasan sumberdaya sebagai batasan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.           
-          Myopia, fenomena pengabaian tujuan jangka panjang yang terdapat pada skema indiKator kinerja.
-          Measure fixation, gagal merefleksikan aktivitas dengan tujuan.
-          Misrepresentation, manipulasi data yang tidak sah dan berbahaya.
-          Misinterpretation, salah mengartikan/ pengertian/tanggapan.
-          Gaming, kehati – hatian prilaku manajemen untuk menjamin keuntungan strategi.
-          Ossification




Mengurangi Konsekuensi Disfungsional
Beberapa strategi untuk menghindari disfungsional.
a.       Melibatkan seluruh karyawan dalam seluruh pengembangan;
b.      Memelihara fleksibilitas dalam penggunaan pengukuran dan pengendalian skema indikator kinerja;
c.       Manjaga system indicator kinerja dengan review yang constant;
d.      Mencari ukuran setiap tujuan;
e.       Mengukur ketertarikan klien;
f.       Mencari interpretasi para ahli tentang skema indikator kinerja;
g.      Menyimpan data yang diperiksa;
h.      Mengembangkan perspektif karir jangka panjang;
i.        Meminimalkan jumlah Indikator;
j.        Mengembangkan kinerja pembanding independen dari aktivitas yang lalu. Contoh : data industri merupakan alat bagi satuan pengendalian itern.

Selasa, 19 April 2011

10 tehnik manajemen kontemporer

10 Tehnik manajemen Kontemporer
Pada umumnya, para manajer menggunakan perangkat berikut ini untuk mengimpilkasikan startegi besarperusahaan dan membantu mencapai kesuksesan berdasarkan critical success factors ( CSF). Sebagai berikut :

1. Benchmarking ( tolak ukur)
Adalah proses di mana perusahaan mengidentifikasikan CSF , mempelajari praktik – praktik terbaik yang dilakukan oleh perusahaan lain dan kemudian mengiplementasikan ke dalam perusahaan agar memperoleh keberhasilan yang sama atau lebih dari para pesaing. Contoh : ISO adalah standart international yang banyak diminati oleh perusahaan retail seperti Ranchmarket, Hero. Sebagai tolak ukur untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

2. Total Quality Manajemen (TQM) manajemen mutu Total.
Adalah tehnik di mana manajemen mengembangkan kebijakan dan praktik – praktik untuk meyakinkan bahwa produk dan jasa perusahaan melampaui harapan pelanggan ( service excellent). Pendekatan ini meliputi peningkatan fungsional produk, keandalan, ketahanan, dan kemudahan produk untuk diperbaiki. Mengecek produk dari input sampai output dengan total kualitas.

3. Continues Improvement ( perbaikan berkelanjutan)
Adalah tehnik manajemen di mana para manajer dan pekerja mempunyai komitmen terhadap program perbaikan terus menerus dalam hal kualitas dan CSF lainnya. Dan pada implementasi nya tehnik ini sering dipadukan dengan tolak ukur dan TQM.
Contoh : perusahaan manufaktur di jepang selalu berusaha mencapai kualitas terbaik agar dapat diakui di mata dunia international dan sekarang terbukti bahwa semua mengakui produk jepang memang layak contoh alat electronic, mobil , dll.

4. Activity – Based Costing and Activity – Based Management.
Merupakan alat strategis utama bagi banyak perusahaan dengan proses operasi yang kompleks atau divesifikasi produk yang banyak. CSF nya dengan analisa dari memperbaiki perencanaan, menentukan harga pokok, mengendalikan operational. Contoh penelusuran biaya ke produk atau penelusuran pelanggan individu.

5. Reengineering ( perekayasaan ulang)
Merupakan proses untuk menciptakan keunggulan kompetitif dimana perusahaan mengorganisasikan kembali fungsi organisasi dan manajemennya, seringkali juga menghasilkan pesanan/pekerjaan yang sudah dimodifikasi, digabungkan atau dihilangkan.

6. The theory of Constraint ( teori kendala)
Merupakan tehnik strategis untuk membantu perusahaan secara efektif memperbaiki CSF yang sangat penting : waktu siklus, yakni tingkat kecepatan bahan baku diubah menjadi produk jadi.TOC ,membantu menemukan dan menghilangkan kemacetan produksi. Banyak manajer berpendapat bahwa focus pada kecepatan, dalam pendekatan TOC adalah sangat penting.

7. Mass customization (kustomisasi massal)
Merupakan tehnik manajemen dimana pemasaran dan proses produksi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menangani menigkatnya variasi yang timbul dari pengiriman produk pesana dan jasa kepada pelanggan. Contohnya : Dell merakit Komputer berdasarkan spesifikasi yang tepat dari pelanggan.
(system just – in time , perancangan dan produksi berbasis computer, auto replenishment atau otomatisasi) semua dapat membantu dalam proses pemesanan dan produksi.

8. Target Costing ( perhitungan biaya berdasarkan target )
Merupakan tehnik manajemen yang menentukan biaya yang diharapkan untuk suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk tersebut akan dapat memperoleh laba yang diharapkan. Jadi biaya ditentukan oleh harga . contohnya :produsen kamera seperti Minolta mengetahui harga pasar dari setiap jenis kamera yang mereka produksi, sehingga mereka mendesain ulang produk dengan lebih murah dan menurunkan biaya produksi sehingga target biaya yang ditentukan mencapai.

9. Life Cycle Costing (perhitungan biaya selama siklus hidup produk)
Tehnik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memonitor biaya produk selama siklus hidupnya. Siklus hidup produk meliputi :
- Penelitian dan pengembangan.
- Perancangan produk termasuk membuat prototype dan pengujian.
- Produksi, inspeksi, pengemasan, dan pergudangan.
- Pemasaran, promosi dan distribusi
- Penjualan dan pelayanan.
Value chain atau rantai nilai dapat digunakan sebagai alat analisa untuk mengidetifikasi langkah2 spesifik untuk menyediakan barang/jasa yg kompetitif bagi pelanggan.

10. Balanced Scorecard
Penggunaan Informasi strategis, baik informasi keuangan maupun nonkeuangan, laporan akuntasi mengenai kinerja perusahaan sekarang ini sering kali berdasarkan factor – factor keberhasilan dalam empat dimensi yang berbeda, yaitu :
- Kinerja keuangan , mengukur profitabilitas dan nilai pasar.
- Kepuasan pelanggan, mengukur kualitas , pelayanan, dan rendahnya biaya, diantaranya, sebagai indicator seberapa baik perusahaan memuaskan pelanggan .
- Proses bisnis internal. Mengukur efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa.
- Inovasi dan pembelajaran. Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan strategis saat ini dan masa mendatang.
Contoh perusahaan dell computer yang memperoleh keuntungan dengan memperhatikan 4 dimensi informasi yang di atas juga.



 terima kasih
Nurlaelah
43209110160

Selasa, 01 Februari 2011

Kalsium

Did You Know?

Kalsium sangat penting untuk wanita
American journal of Clinical Nutrition, baru – baru ini meneliti manfaat konsumsi kalsium dan aktivitas fisik pada saat masa puncak tulang pada wanita. Hasilnya mereka yang mendapat asupan kalsium yang maksimal semasa pubertas memiliki kekuatan tulang yang baik. Risiko osteoporosisnya sangat besar dan pada remaja yang asupan kalsiumnya tidak cukup plus malas berolahraga akan mengalami osteoporosis lebih cepat.

Sayuran sebagai pengganti susu
Susu memang selalu menjadi product yang direkomendasi untuk mencegah osteoporosis. Namun, karena persentase kalsium pada susus yang terserap oleh tubuh lebih kecil disbanding dengan kalsium pada sayuran hijau, maka kini sayuran hadir sebagai pengganti susu. Sayuran berkalsium seperti bok choy, brokoli, green tea, selada, daun dandelion dan kubis, memiliki vitamin dan mineral yang dapat bekerja sama untuk membentuk tulang kita yang menjadi lebih sehat dan kuat.

Kalsium Dan Daya ingat
Ion kalsium berperan penting dalam proses pengeluaran dan pengiriman sinya syaraf. Rangsangan pada syaraf otak besar berhubungan erat dengan transmisi ion kalsiulam didalam dan diluar neuron. Ketika organisme kekurangan kalsium, dendosignal syaraf juga mengalami hambatan mekanisme rangsangandalam tubuh manusia juga mengalami kerusakan. Gejala yang sering terlihat pada anak adalah :
• Mudah kaget.
• Menangis dimalam hari.
• Resah.
• Sulit tidur.
• Super aktif.
Maka perlu diperhatikan bahwa kalsium itu memang sangat penting. Dan bagi yang tidak menyukai susu dapat menkonsumsi sayuran hijau. Mudah didapat dengan menanam sayuran atau membeli di pasar swalayan.
Menurut saya lebih baik menanam sayuran karena dapat membuat rumah menjadi asri dn nyaman.


Terima kasih

Senin, 24 Januari 2011

Likuidasi PT. (sederhana)

Dalam makalah ini ada contoh sederhana dari likuidasi PT, sehingga dapat dibubarkan


Suatu perusahaan dianggap tak mampu membayar ( insolvent) jika :
- Tidak mampu membayar hutang – hutangnya pada saat jatuh tempo (equity insolvency).
- Jika total hutang – hutang nya melebihi nilai wajar aktivanya (bankruptcy insolvency).

Kepalilitan
Adalah sita umum yang mencakup seluruh kekayaan debitur untuk keprntingan semua krediturnya .

Undang – undang yang membahas tentang kepailitan :
- Staatsbald tahun 1905 nomor 217 junto staatsbald tahun 1906 nomor 348.
- Perpu Nomor I tahun 1998, tanggal 22 April 1998 tentang Perubahan atas Undang – Undang tentang Kepailitan.
Tujuan dari undang - undang tersebut adalah :
Pembagian kekayaan debitur oleh curator kepada semua kreditur dengan memperhatikan hak – hak mereka masing - masing .

Proses kepailitan :
- Diawali dengan adanya pernyataan pailit.
- UU Kepailitan menegaskan bahwa paling sedikit harus ada dua kreditur, dan debitur sedikitnya tidak membayar satu hutang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih.
- Pengadilan tidak memeriksa alas an debitur tidak mau membayar, tetapi yang penting ada bukti tidak membayar.
- Ketentuan Pasal 1132 KUHP perdata : pembagian kekayaan debitur antara para krediturnya harus dilakukan secara para passu pro rata parte, artinya bahwa proses pembagiannya dilakukan tanpa menentuka prioritas.





Bagi Perusahaan (debitur) :
- Kepailitan meliputih seluruh kekayaan milik debitur saat putusan pernyataan pailit ditetapkan dan juga mencakup seluruh kekayaan yang diperoleh dalam masa berlangsungnya kepailitan, missal karena hibah atau warisan.
Bila putusan pailit dibatalkan sebagai akibat kasasi atau peninjauan kembali, maka :
- Putusan tidak mempengaruhi keabsahan perbuatan yang telah dilakukan oleh curator.
- Debitur sepenuhnya berhak untuk melakukan perbuatan pengurusan dan pengalihan hak atas kekayaannya.
- Tidak berarti membebaskan debitur dari hutang – hutang yang belum dilunasi.
- Setiap kreditur berhak untuk menuntut pembayaran piutangnya yang sepenuhnya dilunasi.

LIKUIDASI
Merupakan aktivitas yg dilakukan apabilah debitur pailit tidak dapat menunjukan kepada pengadilan niaga yang memiliki otoritas untuk menghentikan kepailitan. Atau dengan kata lain membereskan harta (asset) yang nantinya dipergunakan untuk membayar hutang – hutang.
Tujuan utama likuidasi adalah :
- Melakukan pengurusan dan pemberesan atas harta pailit
- Mengacu pada perpu no.1 tahun1998 tentang Perubahan Atas Undang –Undang tentang Kepailitan.

Dalam pernyataan pailit yang ditentukan makapengadilan niaga sudah menentukan adanya ¹pihak yang memiliki tugas untuk mengawasi yaitu Hakim pengawas. Pihak perorangan atau persekutuan perdata yang berdomisili di wilayah Indonesia yang memiliki keahlian khusus untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit yang telah terdaftar di Departemen Kehakiman yaitu Kurator.

Debitur pailit berhak untuk menawarkan perdamaian kepada semua kreditur secara bersamaan. Perdamaian diterima apabila disetujui oleh lebih dari 50% jumlah kreditur yang hadir dalam rapat yang mewakili 2/3 dari jumlah seluruh piutang yang diakui oleh kreditur.
Bila perdamaian ditolak, maka debitur tidak boleh menawarkan lagi perdamaian yang baru. Kondisi tersebut menuntut dilanjutkannya proses pailit dengan proses likuidasi.
Sebelum likuidasi, Kurator melakukan inventarisasi terhadap kekayaan dan kewajiban debitur pailit, dan di audit oleh akuntan public.
Setelah proses inventaris selesai maka tim likuidasi yang dibentuk akan menyusun rencana likuidasi dan tata cara pencairan harta.
Dalam melakukan penjualan Assets hal – hal yang harus diperhatikan :
1. Asset tidak memiliki cacat hukum .(legal)
2. Asset harus ada nilai (marketable)
3. Harga ditentukan dari independent appraisal.
4. Diusahakan lebih dari satu penawar.
5. Penawaran secara tertulis.
6. Keputusan penjualan diputuskan setelah mendapat persetujuan dari seluruh anggota tim likuidasi.
7. Di setujui oleh tim likuidasi
Cost yang dikeluarkan untuk memproses kepailitan dibebankan pada tiap – tiap bagian harta pailit.

ILUSTRASI LIKUIDASI
PT “Bahagia” mengalami kerugian operasi yang besar pada tahun 20X1 dan pada tengah tahun 20X2. Sampai bulan Juli 20X2 hutang dagangnya telah jatuh tempo dan piutang dagangnya telah dijaminkan untuk pinjaman bank yang telah jatuh tempo. Kreditur PT. “Bahagia” tiak setuju untuk memberi tambahan kredit atau memperpanjang jangka waktu pinjaman tersebut, dan pada tanggal 1 Agustus 20X2 PT “Bahagia” dengan sukarela menyatakan diri pailit.
Neraca yang dibuat pada tanggal diajukan pernyataan pailit adalah sebagai berikut :

Laporan Keuangan Likuidasi
Laporan akuntansi untuk untuk perusahaan yang dilikuidasi semacam ini disebut laporan keuangan likuidasi dengan basis likuidasi.
Kewajiban tim likuidasi diantaranya adalah membuat laporan keuangan likuidasi ntuk pengadilan perkara kepailitan. Laporan ini adalah dokumen legal yang disediakan untuk pengadilan perkara kepailitan.
Laporan ini dibuat oleh akuntan dan merupakan laporan keuangan yang menekankan nilai likuidasi dan menyediakan informasi yang relevan bagi tim likuidasi dalam melikuidasi perusahaan. Laporan ini juga menyediakan informasi yang mungkin berguna bagi kreditur.
Laporan keuangan likuidasi disajikan pada tanggal tertentu, dan memberikan informasi neraca dimana aktiva diukur berdasarkan
- nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value)
- digolongkan berdasarkan urutan ketersediaan bagi kreditur yang:
1. dijamin penuh,
2. yang dijamin sebagian,
3. yang diprioritaskan, dan
4. yang tidak dijamin.
Hutang digolongkan pada laporan keuangan likuidasi berdasarkan :
- prioritas,
- dijamin penuh,
- dijamin sebagian, dan
- tidak dijamin.
Penilaian harga perolehan dimasukkan dalam laporan untuk tujuan referensi.

Senin, 22 November 2010

Hargailah Pasangan HidupMu


Sesungguhnya ...
Sumber segala kedamaian, bukanlah karena benda mati.
Sumber segala kebahagiaan, bukanlah karena posisi.

Sumber segala kebahagiaan hidup
Berasal dari dalam hati
Karena hati, adalah alat yg diciptakanNya

Untuk membuat kita terkoneksi langsung
Dengan Sang Pencipta Abadi kita ...

Sebab,
Tuhan menciptakan manusia berpasang2an
Tuhan menciptakan pasangan yg sepadan untuk kita
Tuhan yang mengerti segala rahasia
Tuhan yang mengerti segala yg kita butuhkan dalam hidup
Maka diciptakanNya lah pasangan yg tepat untuk kita.

Maka sadarilah sobat,
Yang membuat hati senang bukanlah karena uang
Tp pasangan hidup yg penuh sayang

Yang membuat hati gembira bukanlah karena narkoba
Tp pasangan hidup yg setia

Yang membuat hati nyaman bukanlah karena jabatan
Tp pasangan hidup yg pengertian

Yang membuat semangat berkobar bukanlah karena mobil berjajar
Tp pasangan hidup yg penyabar



Yang membuat hati damai sejahtera bukanlah karena tahta
Tp pasangan hidup yg taat beragama

Yang membuat hati penuh syukur bukanlah karena makmur
Tp karena pasangan hidup yg jujur

Yang membuat hati bahagia bukanlah karena banyak harta
Tp pasangan hidup yg lembut tutur bahasanya

Yang membuat hidup penuh sukacita bukanlah karena intan permata
Tp pasangan hidup yg penuh cinta

Yang membuat hidup penuh berkat bukanlah karena rumah bertingkat
Tp pasangan hidup yg berhati tulus dan taat


Oleh sebab itu,

Tunjukkan cintamu pada pasangan hidupmu wahai sobat setia.
Dan buatlah Tuhan kita tersenyum karenanya. ^^

Power of Give

Sabtu, 04 September 2010

CaTaTanku

Awan - awan menghitam , langit runtuhkan bumi saat Aku Tahu Kenyataan Menyakitkan!!!!

(Mengapa Menangis Padahal Ku ingin selalu tersenyum , usap air Mataku Aku Tak Ingin ada Kesedihan )

Burung sampaikan ada Pilu, angin terbangkan Rasa Sedih, jemput Bahagia Berikanlah Dia Untuk Ku hidup.

Tuhan Terserah PadaMu Aku Ikut Mau Mu Tuhan, Kucatat semua CeritaKu dalam Harianku.